PERUBAHAN SOSIAL DAN DAMPAK MASYARAKAT | MATAKULIAH SOSIOLOGI | ADMINISTRASI NEGARA | FISIP | UGJ
PERUBAHAN SOSIAL DAN DAMPAK
MASYARAKAT
TUGAS
MATAKULIAH SOSIOLOGI DAN BUDAYA CIREBON
Yang
dibimbing oleh ibu Dr. hj. Heryani. Dra, MM,. M.Si.
Oleh
:
Leni Rohenti (118090022)
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNGJATI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
2018
PERUBAHAN SOSIAL
PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang terjadi pada
lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang akan mempengaruhi sistem
sosialnya seperti nilai, norma, sikap, dan pola perilaku diantara
kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial dapat terjadi karena
perubahan kondisi geografi, perubahan kebudayaan, komposisi penduduk, ideologi
ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Perubahan ini akan
mempengaruhi keseimbangan sosial yang telah ada, beberapa perubahan akan
memberikan pengaruh yang besar, sedangkan beberapa perubahan lainnya hanya
memberikan pengaruh yang kecil terhadap keseimbang sosial tersebut.
Menurut
pendapat beberapa ahli, perubahan sosial adalah :
- William F Ogburn
Batasan ruang lingkup perubahan sosial mencakup unsur-unsur
kebudayaan baik yang bersifat materil maupun yang tidak bersifat material atau
immaterial dengan menekankan pengaruh yang besar dari unsure-unsur kebudayaan
yang materiil terhadap unsur-unsur imateriil.
- Kingsley Davis
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat. Seperti timbulnya pengorganisasian buruh dalam
masyarakat kapitalis, menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara
buruh dan majikan yang kemudian menyebabkan perubahanan-perubahan dalam
organisasi politik.
- Gillin dan Gillin
Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara-cara hidup
ynag telah diterima, yang disebabkan baik karena kondisi geografis, kebudayaan
materiil, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi maupun
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
- Selo Soemardjan
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola
peri kelakuan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
5. Raja
Perubahan
sosial adalah segala perubahan pada lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial.
6. Mac
Iver
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang
terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap
keseimbangan (ekuilibrium) hubungan social.
7. Emile
Durkheim
Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari
faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari
kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi
masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
LATAR BELAKANG DAN FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN
SOSIAL
Perubahan sosial yang terjadi dalam
masyarakat dipicu karena adanya rasa ketidakpuasan dengan kondisi saat ini atau
timbulnya keinginan untuk menjadi lebih baik. Perubahan dapat terjadi karena
adanya dorongan dari luar atau dari dalam masyarakat yang bersangkutan.
Perubahan sosial ini bisa berlangsung secara sadar dengan penuh perencanaan,
juga dapat berlangsung secara tidak sadar.
Ada
beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu :
- Faktor Internal
- Perubahan Jumlah Penduduk
- Penemuan Penemuan Baru dalam Masyarakat
- Konflik
- Pemberontakan atau Gerakan Revolusi
- Faktor Eksternal
- Alam
- Peperangan
- Pengaruh dari Masyarakat lain
CIRI PERUBAHAN SOSIAL
- Setiap masyarakat pasti akan merasakan perubahan sosial baik itu secara lambat ataupun dengan cepat. Perubahan sosial ini juga tidak akan berhenti berkembang (dinamis).
- Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan membuat perubahan pada lembaga – lembaga sosial lainnya.
- Perubahan yang cepat dapat menyebabkan disorganisasi dalam suatu kelompok masyarakat, disorganisasi ini biasanya bersifat sementara.
- Perubahan tidak hanya dibatasi oleh bidang kebendaan (materi) atau bidang spiritual, keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat satu sama lain.
TEORI PERUBAHAN SOSIAL
Kecenderungan
terjadinya perubahan sosial merupakan suatu gejala yang wajar dalam kehidupan
sosial. Perubahan sosial akan terus berlangsung dan perkembangannya tidak akan
berhenti. Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang fenomena perubahan sosial
ini, antara lain adalah sebagai berikut :
- Teori Evolusi
Teori
evolusi mungkin sering kita dengar dalam ilmu biologi dan secara garis besar
sudah diketahui inti dari teori ini. Penjelasan Teori Evolusi dalam ilmu sosial
juga tidak jauh beda. Teori evolusi menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi
secara lambat untuk waktu yang lama dalam masyarakat. Menurut teori ini
perubahan sosial terjadi karena perubahan pada cara peng-organisasian
masyarakat, sistem kerja, pola pemikiran dan perkembangan sosial. Perubahan
sosial dalam teori evolusi jarang menimbulkan konflik karena perubahannya
berlangsung lambat dan cenderung tidak disadari.
Menurut
Soerjono Soekanto terdapat tiga teori utama dalam evolusi :
- Teori Evolusi Uniliniear, teori ini menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahap tahap tertentu. Perubahan ini membuat masyarakat berkembang dari yang sederhana menjadi tahapan yang lebih kompleks.
- Teori Evolusi Universal, teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahapan tertentu yang tetap karena menurut teori ini kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi tertentu.
- Teori Evolusi Multiliniear, teori ini menyatakan bahwa perubahan sosial dapat terjadi dalam beberapa cara, tetapi cara tersebut akan mengarah ke arah yang sama, yaitu membentuk masyrakat yang lebih baik.
- Teori Konflik
Teori
konflik menjelaskan bahwa perubahan sosial terbentuk karena adanya konflik dan
ketegangan dalam masyarakat. Konflik ini biasanya berupa pertentangan antar
kelas penguasa dengan masyarakat yang tertindas sehingga masyarakat dalam kelas
yang lebih rendah menginginkan adanya perubahan dengan mengatasnamakan
keadilan. Berdasarkan teori ini, jika memang perubahan yang dikehendaki
berhasil tercapai, maka pada akhirnya masyarakat yang terbentuk akan hidup
tanpa pembagian kelas.
- Teori Fungsionalis
Teori
Fungsionalis menyatakan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan sosial
yang sedang berlaku merupakan penyebab utama terjadinya perubahan sosial.
Ketidakpuasan ini tidak dirasakan oleh semua anggota masyarakat, sebagian
anggota masyarakat tidak menginginkan perubahan. Nah apabila lebih banyak yang
menginginkan perubahan biasanya perubahan akan terjadi, tetapi apabila hanya
kelompok minoritas dengan kekuatan kecil yang menginginkan perubahan, maka
perubahan tersebut sulit untuk tercapai.
- Teori Siklus
Teori
siklus menyatakan bahwa perubahan sosial ini bagaikan roda yang sedang
berputar, artinya perubahan zamam merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari
oleh manusia dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Bagaimanapun seseorang
berusahan untuk mencegah terjadinya perubahan sosial mereka tidak akan mampu,
karena perubahan sosial sudah seperti sifat alami yang dimiliki setiap
lingkungan masyarakat.
BENTUK – BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
- Berdasarkan Kecepatan terjadinya, Perubahan Sosial dibagi menjadi :
·
Perubahan
Evolusi
Perubahan
evolusi adalah perubahan sosial yang berlangsung secara lambat dan dalam waktu
yang cukup lama dengan tidak adanya kehendak tertentu dari masyarakat yang
bersangkutan. Perubahan ini biasanya terjadi karena perkembangan kondisi
masyarakat dalam menjalankan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Perubahan Revolusi
Perubahan
revolusi merupakan perubahan sosial yang berlangsung secara cepat, dapat
direncanakan atau tanpa perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis, perubahan
revolusi biasanya berkaitan dengan perubahan unsur – unsur kehidupan atau
lembaga-lembaga sosial dalam suatu rlingkungan masyarakat. Perubahan revolusi
bisa direncanakan atau tidak, pemicu dari perubahan ini biasanya adalah konflik
atau ketegangan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
Suatu
perubahan baru bisa dikatakan sebuah revolusi apabila memenuhi beberapa syarat
berikut :
- Ada keinginan secara umum untuk melakukan sebuah perubahan. Keinginan ini dirangsang oleh rasa ketidakpuasan yang berkembang dalam masyarakat.
- Adanya pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu menjadi pemimpin dalam lingkungan yang bersangkutan.
- Pemimpin yang dimaksud setuju dengan pendapat masyarakat dan menjadikan ketidakpuasan masyarakat sebagai program dan arag bagi perkembangan sosial lingkungan yang bersangkutan.
- Pemimpin yang dimaksud harus menunjukkan suatu tujuan positif pada masyarakat.
- Harus ada momentum yang tepat. Pemilihan waktu yang tepat sangat penting dalam melakukan sebuah revolusi, semakin tepat suatu momentum, maka akan semakin besar suatu revolusi dapat berjalan secara lancar.
- Berdasarkan Perencanaanya, Perubahan sosial dibagi menjadi :
- Perubahan Sosial yang Direncanakan
Perubahan
sosial yang direncanakan adalah perubahan yang sudah dijadikan tujuan oleh
pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan. Pihak – pihak tertentu ini
biasanya disebut sebagai Agent Of Change, biasanya mereka merupakan kelompok
yang mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin dalam
lingkungan yang bersangkutan. Suatu perubahan sosial yang direncanakan akan
selalu berada di bawah pengendalian dan pengawasan agent of change tersebut.
- Perubahan sosial yang Tidak Direncanakan
Perubahan
yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki dan
terjadi diluar perkiraan masyarakat. Perubahan ini sering memicu masalah
masalah baru karena perubahan tersebut muncul secara tiba-tiba. Contohnya
adalah kasus Tsunami yang terjadi di aceh, bencana alam ini membuat terjadinya
perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat aceh pada saat itu.
- Berdasarkan Pengaruhnya, Perubahan Sosial dibagi Menjadi :
- Perubahan Sosial yang Berpengaruh Besar
Perubahan
sosial yang berpengaruh besar adalah perubahan sosial yang mengakibatkan
terjadi perubahan pada struktur kemasyarakatan, sistem mata pencaharian,
hubungan kerja dan lapisan masyarakat (stratifikasi masyarakat). Contohnya
berubahnya sistem pemerintahan suatu negara.
- Perubahan Sosial yang Pengaruhnya Kecil
Perubahan
sosial yang pengaruhnya kecil adalah perubahan sosial yang terjadi pada
struktur sosial tetapi tidak membawa pengaruh langsung bagi masyarakat. Contohnya
perubahan gaya berpakaian dalam masyarakat.
DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL
- Dampak Positif (Manfaat) Perubahan Sosial
·
Perkembangan
ilmu Pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat
·
Terciptanya
lapangan kerja baru
·
Terciptanya
tenaga kerja dengan kualitas yang lebih baik
·
Terbentuknya
nilai dan norma baru
·
Efektivitas
dan Efisiensi Kerja Meningkat
·
Tingkat
pendidikan dan kesadaran politik semakin tinggi
·
Perlindungan
dan kebebasan dalam berpendapat
·
Masyarakat
semakin menghargai waktu
2. Dampak negatif (Kerugian) Perubahan
Sosial
·
Terjadinya
Disintegrasi Sosial (Kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan) yang akan
menimbulkan perpecahan
·
Terjadinya
ketegangan dan pergolakan di daerah yang bersangkutan
·
Muncul
permasalahan sosial baru karena perubahan nilai, norma dan kondisi kebudayaan
baru
·
Memicu
kerusakan lingkungan
·
Mulai
redupnya keberadaan adat istiadat karena kebudayaan lama cenderung ditinggalkan
·
Perubahan
tingkah laku ke arah negatif sehingga memicu konflik social
·
Lembaga
sosial tidak dapat berfungsi secara maksimal
·
Adanya
kesenjangan social
·
Budaya
konsumtif semakin besar karena tingkat konsumsi akan menggambarkan status
seseorang
http://blog.unnes.ac.id/rarassantikadewi/
Komentar
Posting Komentar