KOMUNIKASI
KOMUNIKASI
TUGAS
MATAKULIAH ILMU ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Yang
dibimbing oleh Bapak RM. Haryo Bharoto, Sos., M.Si
Oleh
:
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNGJATI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
2018
A. Pengertian
Komunikasi
Komunikasi
atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti
'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang
berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada
kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab
itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan
yang lainnya.
Jadi,
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi
(pesan, ide/ gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh
keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gesture tubuh,
menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
B. Pengertian Komunikasi Menurut Para
Ahli
1. Menurut Everett M. Rogers
komunikasi adalah proses pengalihan ide dari satu sumber ke satu penerima atau lebih dengan tujuan agar mengubah tingkah laku.
2. Menurut James A. F. Stoner
komunikasi adalah suatu proses pada seseorang yang berusaha untuk memberikan pengertian dan informasi dengan cara menyampaikan pesan kepada orang lain.
3. Menurut Prof. Drs. H. A. W. Widjaya
Komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara individu maupun kelompok.
4. Menurut Aristoteles
komunikasi adalah usaha yang berfungsi sebagai alat warga masyarakat dalam berperan serta dalam demokrasi.
5. Menurut Hoben
komunikasi adalah suatu proses transfer pemikiran maupun ide dan gagasan yang diutarakan secara lisan.
C. Fungsi Komunikasi
1. Sebagai Alat Kendali
Fungsi komunikasi yang pertama
adalah sebagai alat kendali atau kontrol. Dalam hal ini alat kendali berarti
dengan komunikasi maka perilaku individu dapat dikontrol dengan penyampaian
aturan yang harus dipatuhi.
2. Sebagai Alat Motivasi
Komunikasi yang baik dan
persuasif dapat meningkatkan motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu.
Menyampaikan informasi yang dapat diraih dalam kehidupan akan membangun
motivasi seseorang.
3. Sebagai Ungkapan Emosional
Berbagai perasaan yang ada di
dalam diri seseorang dapat diungkapkan kepada orang lain dengan cara
berkomunikasi. Emosi ini bisa persaan senang, marah, kecewa, gembira, dan
lain-lain.
4. Sebagai Alat Komunikasi
Dengan berkomunikasi maka kita
dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh orang lain atau kelompok
sehingga dengan informasi itu maka proses pengambilan keputusan dapat dilakukan
dengan baik.
D. Tujuan Komunikasi
1. Agar Komunikator Dimengerti Komunikan
Tujuan komunikasi yang pertama
adalah untuk memastikan informasi atau pesan dari komunikator dapat dimengerti
oleh orang lain (komunikan). Karena itu komunikator harus menyampaikan pesan
utama sejelas mungkin kepada komunikan.
2. Agar Mengenal Orang Lain
Dengan adanya interaksi dan
komunikasi maka setiap orang dapat saling mengenali dan memahami satu sama
lain. Kemampuan mendengar/ membaca/ mengartikan pesan orang lain dengan baik
merupakan hal penting dalam aktivitas komunikasi.
3. Agar Pendapat Diterima Orang Lain
Komunikasi secara persuasif
seringkali dilakukan untuk menyampaikan gagasan atau ide seseorang pada orang
lain. Tujuannya adalah agar ide dan gagasan tersebut diterima.
4. Menggerakkan Orang Lain
Komunikasi dengan cara persuasif
dapat membangun kesamaan persepsi dengan orang lain. Selanjutnya, kesamaan
persepsi tersebut digunakan untuk menggerakkan orang lain sesuai dengan
keinginan kita.
E. Syarat-Syarat Komunikasi / Komponen-Komponen Komunikasi
1. Sumber (Source)
Yang dimaksud dengan sumber
(source) adalah dasar dalam penyampaian informasi/ pesan yang tujuannya untuk
memperkuat isi pesan tersebut. Beberapa sumber komunikasi misalnya buku,
lembaga, orang yang dianggap ahli, Google, dan lain sebagainya.
2. Komunikator
Komunikator adalah pelaku yang
menyampaikan pesan kepada pihak lain. Pelaku penyampai informasi ini bisa
seorang individu (penulis, pembicara, blogger, dan lain-lain), bisa dalam
bentuk kelompok, atau organisasi komunikasi (radio, TV, surat kabar, majalah,
dan lain-lain).
3. Komunikan
Komunikan adalah pihak yang
menerima pesan atau informasi dari komunikator. Pelaku penerima informasi ini
bisa seorang individu maupun organisasi.
4. Pesan
Pesan adalah keseluruhan
informasi yang disampaikan oleh komunikator. Sebuah pesan memiliki tema utama
sebagai pengarah dalam usaha untuk mengubah sikap dan perilaku orang
lain. Komunikasi yang baik adalah yang memiliki pesan untuk diterima oleh
pihak lain yang berkaitan.
5. Saluran (Kanal)
Saluran atau kanal adalah media
yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesannya kepada pihak lain.
Kanal ini bisa formal maupun informal.
6. Hasil (Effect)
Effect adalah hasil akhir dari
komunikasi dimana bentuknya adalah perubahan perilaku dan sikap dari komunikan.
Perubahan tersebut bisa sesuai harapan atau tidak sesuai dengan harapan
komunikator.
F. Jenis-Jenis Komunikasi
1.
Komunikasi
Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a.
Vocabulary
(perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam berkomunikasi.
b.
Racing (kecepatan).
Komunikasi akan lebih efektif dan sukses
bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau
terlalu lambat.
c.
Intonasi suara: akan
mempengaruhi arti pesan secara dramatik
sehingga pesan akan menjadi lain artinya
bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang
tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d.
Humor: dapat
meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa
dengan tertawa dapat membantu menghilangkan
stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus
diingat bahwa humor adalah merupakan
satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e.
Singkat dan jelas.
Komunikasi akan efektif bila disampaikan
secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih
mudah dimengerti.
f.
Timing (waktu yang
tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan
berarti bila seseorang bersedia untuk
berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau
memperhatikan apa yang disampaikan.
2. Komunikasi
Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa
kata-kata dan komunikasi non verbal
memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk
komunikasi non verbal :
a.
Ekspresi
wajah
Wajah
merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan
sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama
berinterakasi atau tanya jawab berarti
orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk
memperhatikan bukan sekedar
mendengarkan. Melalui kontak mata juga
memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan
dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan
seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih
sayang atau simpati dapat dilakukan
melalui sentuhan.
d. Postur tubuh
dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk,
berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya
berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan,
menarik nafas panjang, tangisan juga
salah satu ungkapan perasaan dan pikiran
seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan
semua bentuk komunikasi non verbal
lainnya sampai desis atau suara
dapat menjadi pesan yang sangat
jelas.
f.
Gerak isyarat, adalah yang
dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari
komunikasi seperti mengetuk-ngetukan
kaki atau mengerakkan tangan selama
berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan
stress bingung atau sebagai upaya
untuk menghilangkan stress
G.
Hambatan Komunikasi
1.
Hambatan Teknis
Keterbatasan
fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin berkurang
dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi komunikasi dan informasi,
sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan dan efesien sebagai media
komunikasi.Menurut dalam bukunya, 1976,
Cruden dan Sherman Personel Management
jenis hambatan teknis dari komunikasi :
- Tidak adanya rencana atau prosedur kerja
yang jelas
- Kurangnya informasi atau penjelasan
- Kurangnya
ketrampilan membaca
- Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat.
2.
Hambatan Semantik
Gangguan
semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau secara secara efektif. Definisi semantik
sebagai studi idea atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata
membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikator dan
komunikan), tetapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya
hubungan antara Simbol (kata) dan apa yang disimbolkan (arti atau penafsiran),
dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang
dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang
komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik
komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang
dipakainya.
3.
Hambatan Manusiawi
Terjadi
karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau
ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang,
dll.
Menurut Cruden dan Sherman :
- Hambatan yang berasal dari
perbedaan individual manusia.
Perbedaan persepsi, perbedaan umur,
perbedaan keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan
informasi, penyaringan informasi
- Hambatan yang ditimbulkan oleh
iklim psikologis dalam organisasi.
Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku
staf dan efektifitas komunikasi organisasi.
H. Faktor yang mempengaruhi
1. Latar belakang budaya.
Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.
2. Ikatan kelompok atau grup
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.
3. Harapan
Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.
4. Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.
5. Situasi
Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Situasi Lingkungan terjadi karena adanya 4 faktor :
·
Lingkungan Fisik (Letak Geografis dan
Jarak)
·
Lingkungan Psikologis ( Pertimbangan
Kejiwaan seseorang ketika menerima pesan)
·
Dimensi
Waktu (Musim, Pagi, Siang, dan Malam)
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-komunikasi.html
http://tugasperkuliahannih.blogspot.com/2012/03/makalah-komunikasi.html
Komentar
Posting Komentar