PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA



PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA
TUGAS MAKALAH INI SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK DAPAT MENGIKUTI UTS MATAKULIAH PKN
Yang dibimbing oleh bapak Dr. Ipik Permana., S.Ip., M.Si

 Oleh :
1.      Endang Yustika(118090029)
2.      Leni Rohenti(118090022)
3.      Merry Tri Damayanti(118090006)
4.      Sandhi Prawira Putra (118090019)
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNGJATI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA” ini tepat pada waktunya tanpa sebuah kesulitan yang memberatkan.
Makalah ini disusun untuk memenuhi syarat agar kami bisa mengikuti Ujian Tengah Semester mata kuliah Pendidikan KewargaNegaraan. Yang berisi tentang filsafat yang terkandung dalam pancasila. Diharapkan dengan adanya makalah ini kita lebih memahami tentang filsafat yang ada dalam pancasila dan semua yang berkaitan dengan pancasila.
Kami mengucapkan terima kasih kepada bapakDr. Ipik Permana., S.Ip., M.Si yang telah membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, baik dalam penulisan, penyusunan maupun materi. Oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini, semoga materi dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Cirebon, Oktober 2018
Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................  i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang............................................................................................ 1
1.2.Identifikasi masalah.................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Filsafat ................................................................................... 3
2.2. Pengertian Pancasila ............................................................................... 4
2.3. Pengertian Filsafat Pancasila .................................................................. 6
2.4 Pengertian Globalisasi ............................................................................. 8
2.5 Pengertian Masyarakat ............................................................................. 8
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
3.1 Sikap Masyarakat Terhadap Filsafat Pancasila ......................................... 9
3.2  Faktor-Faktor Penghambat Terlaksananya Tujuan Filsafat Pancasila..... 9
3.3. Upaya agar Filsafat Pancasila dapat Melekat pada Diri Rakyat Indonesia
BAB IV PENUTUP
4.1.Kesimpulan dan saran
4.2.Daftar pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa didunia.Di Indonesia perubahan-perubahan itu sudah terlihat, akibatnya terjadi pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan.Oleh karena itu pancasila terbentuk bukan hanya sebagai dasar Negara, tetapi juga sebagai jati diri bangsa yang berisi tentang kehidupan berbangsa bernegara sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Pancasila juga sebagai pedoman dan acuan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita demi mencapai persatuan, kemakmuran, kedamaian, dan keadilan bersama.
Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi, pada sisi lain muncul masalah internal yaitu maraknya tuntutan rakyat, yang secara obyektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan sosial. Nilai-nilai baru yang masuk baik secara subyektif maupun obyektif serta terjadinya pergeseran nilai di masyarakat, pada akhirnya mengancam prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia.

1
Dengan demikian pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dari munculnya nilai-nilai baru dari luar dan pergeseran
 nilai-nilai yang terjadi di suatu masyarakat, suatu bangsa senantiasa memiliki suatu pandangan hidup atau filsafat hidup masing-masing yang berbeda dengan bangsa lain di dunia. Oleh karena itu bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. Dengan kata lain jati diri bangsa akan selalu bertolak ukur kepada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa.
Berdasarkan uraian tersebut sudah jelas bahwa pentingnya mengetahui filsafat pancasila agar nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dapat melekat ke dalam jati diri rakyat indonesai.

1.2    Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang akan dijadikan bahan penelitian selanjutnnya.
1.      Bagaimana sikap masyarakat Indonesia terhadap filsafat Pancasila di era globalisasi saat ini?
2.      Faktor-faktor apakah yang menghambat terlaksananya tujuan filsafat Pancasila?
3.      Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar filsafat Pancasila dapat melekat pada diri rakyat Indoensia?
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Filsafat
Secara etimologis istilah ”filsafat“ atau dalam bahasa Inggrisnya “philosophi” adalah berasal dari bahsa Yunani “philosophia” yang secara lazim diterjemahkan sebagai “cinta kearifan” kata philosophia tersebut berakar pada kata “philos”  (pilia, cinta) dan “sophia” (kearifan). Berdasarkan  pengertian bahasa tersebut filsafat berarti cinta kearifan. Kata kearifan bisa juga berarti “wisdom” atau kebijaksanaan sehingga filsafat bisa juga berarti cinta kebijaksanaan. Berdasarkan makna kata  tersebut maka mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk mencari kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Seorang ahli pikir disebut filosof, kata ini mula-mula dipakai oleh Herakleitos.
Beberapa tokoh-tokoh filsafat menjelaskan pengertian filsafat adalah sebagai berikut:



3

• Socrates (469-399 s.M.)
Filsafat adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif atau berupa perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan yang adil dan bahagia. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dikembangkan bahwa manusia akan menemukan kebahagiaan dan keadilan jika mereka mampu  dan mau melakukan peninajauan diri atau refleksi diri sehingga muncul koreksi terhadap diri secara obyektif.
• Plato (472 – 347 s. M.)
Dalam karya tulisnya “Republik” Plato menegaskan bahwa para filsuf adalah pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Dalam pencarian dan menangkap pengetahuan mengenai  ide yang abadi dan tak berubah. Dalam konsepsi Plato filsafat merupakan pencarian yang bersifat spekulatif atau perekaan terhadap pandangan  tentang seluruh kebenaran. Filsafat Plato ini kemudan digolongkan sebagai filsafat spekulatif.

2.2. Pengertian Pancasila
Pancasila adalah ideology dasar bagi Negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dar Sanskerta : ‘panca’ berarti lima dan ‘sila’ berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
4
·      Pengertian Pancasila Secara Etimologis
Perkataan Pancasila mula-mula terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab Tripitaka dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J [idem]. 4
·      Pengertian secara Historis
Pada tanggal 01 Juni 1945 Ir. Soekarno berpidato tanpa teks mengenai rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, kemudian keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD 1945 termasuk Pembukaannya dimana didalamnya terdapat rumusan 5 Prinsip sebagai Dasar Negara yang duberi nama Pancasila. Sejak saat itulah Pancasila menjadi Bahasa Indonesia yang umum.Jadi walaupun pada Alinea 4 Pembukaan UUD 45 tidak termuat istilah Pancasila namun yang dimaksud dasar Negara RI adalah disebut istilah Pancasila hal ini didasarkan interprestasi (penjabaran) historis terutama dalam rangka pembentukan Rumusan Dasar Negara.
·      Pengertian Pancasila Secara Termitologis
Proklamasi 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat-alat Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan

5
 Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia.

2.3. Pengertian Filsafat Pancasila
Pancasila dikenal sebagai filosofi Indonesia.Kenyataannya definisi filsafat dalam filsafat Pancasila telah diubah dan diinterpretasi berbeda oleh beberapa filsuf Indonesia.Pancasila dijadikan wacana sejak 1945.Filsafat Pancasila senantiasa diperbarui sesuai dengan “permintaan” rezim yang berkuasa, sehingga Pancasila berbeda dari waktu ke waktu.

·      Filsafat Pancasila Asli
Pancasila merupakan konsep adaptif filsafat Barat.Hal ini merujuk pidato Sukarno di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa, di mana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka.Pancasila terinspirasi konsep humanisme, rasionalisme, universalisme, sosiodemokrasi, sosialisme Jerman, demokrasi parlementer, dan nasionalisme.
·      Filsafat Pancasila versi Soekarno
Filsafat Pancasila kemudian dikembangkan oleh Sukarno sejak 1955 sampai berakhirnya kekuasaannya (1965).Pada saat itu Sukarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari
6
 budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha), Barat
(Kristen), dan Arab (Islam).Menurut Sukarno “Ketuhanan” adalah asli berasal dari Indonesia, “Keadilan Soasial” terinspirasi dari konsep Ratu Adil.Sukarno tidak pernah menyinggung atau mempropagandakan “Persatuan”.
·      Filsafat Pancasila versi Soeharto
Oleh Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi.Melalui filsuf-filsuf yang disponsori Depdikbud, semua elemen Barat disingkirkan dan diganti interpretasinya dalam budaya Indonesia, sehingga menghasilkan “Pancasila truly Indonesia”.Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan Pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Filsuf Indonesia yang bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila adalah truly Indonesia antara lain Sunoto, R. Parmono, Gerson W. Bawengan, Wasito Poespoprodjo, Burhanuddin Salam, Bambang Daroeso, Paulus Wahana, Azhary, Suhadi, Kaelan, Moertono, Soerjanto Poespowardojo, dan Moerdiono.
Berdasarkan penjelasan diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia dan digunakan sebagai pandangan hidup bernegara.

7
2.4 Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Istilah globalisasi makin sering digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering lagi sejak pertengahan 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikai empat aspek dasar globalisasi : perdagangan dan transaksi, pergerakan modal dan investasi, migrasi dan perpindahan manusia, dan pembebasan ilmu pengetahuan.
2.5 Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.





8
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
3.1 Sikap Masyarakat Terhadap Filsafat Pancasila
Pada dewasa ini semakin banyaknya pengaruh terhadap jalannya pencapaian Indonesia menuju cita-citanya yaitu pancasila . Saat ini kita sudah memasuki zaman baru atau era globalisasi yang harusnya Indonesia membawa cita – cita bangsa semakin dekat tetapi fakta tersebut membuktikan bahwa hal tersebut berlawanan dari pernyataan yang menyimpang jauh . Era globalisasi banyak memunculkan berbagai alat teknologi modern yang mendatangkan budaya luar masuk ke Indonesia dan menjadi suatu hal yang bisa di ikuti . Masuknya era globalisasi banyak menyebabkan batasan- batasan yang ada pada pancasila seakan memudar dikarenakan terjadinya berbagai perkembangan di segala aspekkehidupan , khususnya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan terjadinya perkembangan aspek kehidupan khususnyadi bidang iptek maka manusia dapat mengetahui adanya perkembangan informasi dari luar negeri maupun dalam negeri .
Rakyat yang  tumbuh di ataskepribadian bangsa asing mendatangkan kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat menjadi asing dengan sendirinya . Mereka kehilangan jati diri yang sudah jelas tergambar dari nilai- nilai luhur pancasila . Pemahaman masyarakat terhadap pancasila sudah sangat

9
berbedah jauh . Sebagaian masyarakat menganggap bahwa pancasila hanya sebagai simbol negara dan melupakan nilai – nilai filosofis  yangterkandung di dalamnya . Padahal pancasila sebagai dasar negara, sumber segala hukum dan perundang – undangan adalah pandangan hidup untuk bangsa Indonesia .
Bangsa Indonesia perlu melakukan perubahan pola pikir dalam kehidupan berbangsa bernegara, terutama dalam penerapan nilai Pancasila. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, Pancasila pada akhirnya akan hilang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sejalan dengan berkembangnya pengaruh negatif globalisasi dan juga semakin menguatnya nilai-nilai adat istiadat yang secara langsung maupun tidak langsung telah menimbulkan ekses terjadinya sikap dan perilaku masyarakat yang menyimpang dari nilai-nilai Sila dalam Pancasila pada tiap sila-nya bila tidak segera diatasi berpotensi untuk dapat menggerus kesadaran bela negara masyarakat dan meruntuhkan bangunan persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga potensi kehancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia akan sangat besar ditengah derasnya persaingan dalam percaturan bangsa dan negara didunia.



10
3.2  Faktor-Faktor Penghambat Terlaksananya Tujuan Filsafat Pancasila
Penerapan nilai Pancasila, merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap warga negara asli Indonesia. Tidak peduli apakah ia seorang negarawan, politisi, aktivis, pegawai negeri, pegawai swasta, mahasiswa/pelajar, petani, selebritis bahkan kaum pekerja. Penerapan ini berlaku universal diseluruh wilayah kedaulatan Indonesia.
Diketahui bahwa tujuan filsafat Pancasila sebagai berikut :
1.      Untuk membentuk kepribadian yang seimbang dengan unsur intelektual jasmani dan rohani.
2.      Untuk membentuk manusia yang berjiwa pancasila sejati yang taat pada Tuhan YME, menjunjung keadilan, memiliki kejujuran seta bertanggung jawab.
3.      Untuk menumbuhka wawasan berfikir integralistik, menjunjung tinggi nilai filosofis dari pancasila serta mampu mempelajari norma-norma/kaidah dan nilai-nilai yang digali dari pancasila.
Namun tidak bisa kita pungkiri, penerapan nilai-nilai dalam  tujuan filsafat pancasila secara utuh tersebut terasa sangat utopis jika kita lihat keadaan sosial masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berfikir lebih subjektif.Pengaruh tersebut, terbagi pada dua faktor utama.Yang pertama adalah faktor internal dan kedua merupakan faktor eksternal.
11
1.      Faktor internal yang menyebabkan minimnya penerapan nilai Pancasila bisa disebabkan berbagai hal. Salah satu contoh, sistem pendidikan Indonesia yang kurang memperhatikan pembelajaran moral dan etika. Kita bisa melihat bahwasanya standar pendidikan dan kelulusan sekolah-sekolah ditentukan oleh pelajaran-pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan Bahasa Inggris. Tidak satupun dari seluruh pelajaran tersebut yang menitik beratkan pembelajaran kepada aspek moral dan etika. Sehingga dari pembelajaran tersebut, hanya akan melahirkan siswa-siswa yang materialistis.
2.      Faktor eksternal adalah banyaknya pengaruh budaya dan peradaban luar negeri yang menyebabkan anjlok dan luruhnya jati diri bangsa yang telah dirangkum dalam Pancasila. Kita sangat menyayangkan penyalahgunaan kebebasan seperti yang telah didengungkan oleh negara lain tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebenarnya, HAM tersebut sudah termasuk kedalam Pancasila, yaitunya dalam sila keadilan sosial. Tetapi saat ini, kebebasan HAM telah di salahgunakan menjadi sebuah alibi dan pembenaran atas kesalahan yang telah dilakukan oleh seseorang. Misalnya saja, alasan kebebasan HAM dan hak ber-ekspresi yang seakan-akan ingin “memperbolehkan” masyarakat untuk berpakaian “buka-bukaan”. Mereka membuat seolah-olah apa yang mereka lakukan adalah merupakan kebebasan yang hakiki. Tentusaja hal ini sangat bertentangan dengan prinsip yang tertuang dalam sila ke-dua Pancasila “Kemanusiaan yang adil
12

3.      dan beradab”. Dan hal tersebut bukanlah budaya dan kebiasaan bangsa Indonesia.

3.3  Upaya agar Filsafat Pancasila dapat Melekat pada Diri Rakyat Indonesia

Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dapat melalui berbagai upaya sebagai berikut :
1.      Pembinaan akhlak dan perilaku masyarakat. Upaya untuk memperbaiki akhlak serta perilaku masyarakat tidak cukup dilakukan melalui kegiatan-kegiatan formal seperti upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan atau sekedar mengenalkan masa perjuangan dulu, tetapi harus lebih konkrit pada upaya untuk memberi perhatian yang lebih dalam meningkatkan kualitas hidup dalam segala bidang kehidupan. Langkah yang perlu dan harus dilakukan antara lain dimulai dengan mengurangi konflik dalam masyarakat melalui melalui perubahan sikap, perilaku dan akhlak masyarajat dari perilaku negatif menjadi perilaku positif. Perbaikan perilaku dan akhlak negatif tersebut dilakukan melalui langkah-langkah yang saling berhubungan dengan langkah-langkah di bidang lain serta dilakukan oleh pemerintah sebagai pengelola negara maupun oleh masyarakat sebagai subyek utama pembangunan.


13
2.      Peningkatan perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. Dalam menghalau dampak negatif berkembangnya berbagai ideologi negara lain termasuk kuatnya pengaruh ideologi leluhur ditengah-tengah masyarakat, maka perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila harus kembali dapat ditingkatkan melalui serangkaian upaya dan kegiatan
















14
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Sikap dan perilaku masyarakat yang menyimpang dari nilai-nilai Sila
dalam Pancasila akibat globalisasi bila tidak segera diatasi berpotensi
    dapat menggerus kesadaran bela Negara.
2. Minimnya penerapan nilai Pancasila serta banyaknya pengaruh budaya
    dan peradaban luar yang menyebabkan penghambatan terhadap

    terlaksananya tujuan Filsafat Pancasila.
3. Pembinaan akhlak dan perilaku manusia serta peningkatan perhatian
    manusia terhadap niali-nilai Pancasila dapat dijadikan upaya agar
    Filsafat Pancasila melekat pada diri rakyat Indonesia.

4.2    Saran
1.      Diharapkan untuk kedepannya bagi setiap masyarakat Indonesia, walau globalisasi akan terus berlangsung dan menciptakan berbagai perubahan yang signifikan dalam setiap aspek kehidupan, tetapi kita harus bisa mengambi dampak positif dan membuang dampak negatifnya sehingga kita bisa selalu berada dalam nilai-nliai pancasila, dengan demikian tujuan Filsafat Pancasila akan terlaksana.

15
DAFTAR PUSTAKA

http://blog.unnes.ac.id/sofa809/2015/11/07/hello-world/
http://sitikurniasih17.blogspot.com/2016/01/makalah-filsafat-pancasila.html?m=1
http://www.artikelsiana.com/2015/03/fungsi-peranan-pancasila-pancasila-fungsi.html?m=1
http://sahabatriswanto.blogspot.com/2011/01/tujuan-filsafat-pancasila.html?m=1
http://ahmad-lazuardi.blogspot.com/2016/03/makalah-filsafat-pancasila.html?m=1








16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WEWENANG DAN LEGITIMASI KEKUASAAN | MATAKULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM LANJUTAN | SEMESTER 2 | ADMINISTRASI NEGARA | FISIP | UGJ

KETIKA SEDIH DAN PUTUS ASA

KESEMPATAN