PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA
PENGARUH GLOBALISASI BAGI
MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA
TUGAS MAKALAH INI SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK DAPAT MENGIKUTI UTS MATAKULIAH PKN
Yang dibimbing oleh bapak Dr. Ipik Permana., S.Ip., M.Si
TUGAS MAKALAH INI SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK DAPAT MENGIKUTI UTS MATAKULIAH PKN
Yang dibimbing oleh bapak Dr. Ipik Permana., S.Ip., M.Si
1.
Endang Yustika(118090029)
2.
Leni Rohenti(118090022)
3.
Merry Tri Damayanti(118090006)
4.
Sandhi Prawira Putra (118090019)
UNIVERSITAS SWADAYA
GUNUNGJATI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
2018
Puji
syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “PENGARUH GLOBALISASI BAGI
MASYARAKAT INDONESIA TERHADAP FILSAFAT PANCASILA” ini tepat pada waktunya tanpa
sebuah kesulitan yang memberatkan.
Makalah
ini disusun untuk memenuhi syarat agar kami bisa mengikuti Ujian Tengah
Semester mata kuliah Pendidikan KewargaNegaraan. Yang berisi tentang filsafat
yang terkandung dalam pancasila. Diharapkan dengan adanya makalah ini kita
lebih memahami tentang filsafat yang ada dalam pancasila dan semua yang
berkaitan dengan pancasila.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada bapakDr. Ipik Permana., S.Ip., M.Si yang telah
membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna, baik
dalam penulisan, penyusunan maupun materi. Oleh karena itu kami membutuhkan
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini, semoga materi dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Cirebon,
Oktober 2018
Penyusun
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang............................................................................................
1
1.2.Identifikasi
masalah....................................................................................
2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian Filsafat ................................................................................... 3
2.2.
Pengertian Pancasila ............................................................................... 4
2.3.
Pengertian Filsafat Pancasila .................................................................. 6
2.4
Pengertian Globalisasi ............................................................................. 8
2.5 Pengertian Masyarakat ............................................................................. 8
BAB III PEMBAHASAN MASALAH
3.1
Sikap Masyarakat Terhadap Filsafat Pancasila ......................................... 9
3.2 Faktor-Faktor Penghambat Terlaksananya Tujuan
Filsafat Pancasila..... 9
3.3. Upaya agar Filsafat Pancasila dapat Melekat
pada Diri Rakyat Indonesia
BAB IV PENUTUP
4.1.Kesimpulan
dan saran
4.2.Daftar
pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Perkembangan
masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung maupun tidak langsung
mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa didunia.Di Indonesia
perubahan-perubahan itu sudah terlihat, akibatnya terjadi pergeseran nilai-nilai
dalam kehidupan kebangsaan.Oleh karena itu pancasila terbentuk bukan hanya
sebagai dasar Negara, tetapi juga sebagai jati diri bangsa yang berisi tentang
kehidupan berbangsa bernegara sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.Pancasila
juga sebagai pedoman dan acuan bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita demi
mencapai persatuan, kemakmuran, kedamaian, dan keadilan bersama.
Permasalahan
kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit
manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi, pada sisi lain muncul
masalah internal yaitu maraknya tuntutan rakyat, yang secara obyektif mengalami
suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan sosial. Nilai-nilai
baru yang masuk baik secara subyektif maupun obyektif serta terjadinya
pergeseran nilai di masyarakat, pada akhirnya mengancam prinsip-prinsip hidup
berbangsa masyarakat Indonesia.
1
Dengan
demikian pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami
ancaman dari munculnya nilai-nilai baru dari luar dan pergeseran
nilai-nilai yang terjadi di suatu masyarakat,
suatu bangsa senantiasa memiliki suatu pandangan hidup atau filsafat hidup
masing-masing yang berbeda dengan bangsa lain di dunia. Oleh karena itu bangsa
Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup
dengan bangsa lain. Dengan kata lain jati diri bangsa akan selalu bertolak ukur
kepada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa.
Berdasarkan
uraian tersebut sudah jelas bahwa pentingnya mengetahui filsafat pancasila agar
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dapat melekat ke dalam jati diri
rakyat indonesai.
1.2 Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas,penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang akan
dijadikan bahan penelitian selanjutnnya.
1.
Bagaimana sikap masyarakat Indonesia
terhadap filsafat Pancasila di era globalisasi saat ini?
2.
Faktor-faktor apakah yang menghambat terlaksananya
tujuan filsafat Pancasila?
3.
Bagaimana upaya yang harus dilakukan
agar filsafat Pancasila dapat melekat pada diri rakyat Indoensia?
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Filsafat
Secara
etimologis istilah ”filsafat“ atau dalam bahasa Inggrisnya “philosophi” adalah
berasal dari bahsa Yunani “philosophia” yang secara lazim diterjemahkan sebagai
“cinta kearifan” kata philosophia tersebut berakar pada kata “philos” (pilia, cinta) dan “sophia” (kearifan).
Berdasarkan pengertian bahasa tersebut
filsafat berarti cinta kearifan. Kata kearifan bisa juga berarti “wisdom” atau
kebijaksanaan sehingga filsafat bisa juga berarti cinta kebijaksanaan.
Berdasarkan makna kata tersebut maka
mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk mencari
kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup yang
bermanfaat bagi peradaban manusia. Seorang ahli pikir disebut filosof, kata ini
mula-mula dipakai oleh Herakleitos.
Beberapa tokoh-tokoh filsafat menjelaskan pengertian
filsafat adalah sebagai berikut:
3
• Socrates (469-399
s.M.)
Filsafat
adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif atau berupa
perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan yang adil dan bahagia. Berdasarkan
pemikiran tersebut dapat dikembangkan bahwa manusia akan menemukan kebahagiaan
dan keadilan jika mereka mampu dan mau
melakukan peninajauan diri atau refleksi diri sehingga muncul koreksi terhadap
diri secara obyektif.
• Plato (472 – 347 s.
M.)
Dalam
karya tulisnya “Republik” Plato menegaskan bahwa para filsuf adalah pencinta
pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Dalam pencarian dan menangkap
pengetahuan mengenai ide yang abadi dan
tak berubah. Dalam konsepsi Plato filsafat merupakan pencarian yang bersifat
spekulatif atau perekaan terhadap pandangan
tentang seluruh kebenaran. Filsafat Plato ini kemudan digolongkan
sebagai filsafat spekulatif.
2.2. Pengertian
Pancasila
Pancasila adalah
ideology dasar bagi Negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dar
Sanskerta : ‘panca’ berarti lima dan ‘sila’ berarti prinsip atau asas.
Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi
seluruh rakyat Indonesia.
4
· Pengertian
Pancasila Secara Etimologis
Perkataan Pancasila mula-mula terdapat
dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab Tripitaka dimana dalam ajaran
buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk mencapai nirwana/surga
melalui Pancasila yang isinya 5 J [idem]. 4
· Pengertian
secara Historis
Pada tanggal 01 Juni 1945 Ir. Soekarno
berpidato tanpa teks mengenai rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada
tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, kemudian
keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD 1945 termasuk Pembukaannya
dimana didalamnya terdapat rumusan 5 Prinsip sebagai Dasar Negara yang duberi
nama Pancasila. Sejak saat itulah Pancasila menjadi Bahasa Indonesia yang
umum.Jadi walaupun pada Alinea 4 Pembukaan UUD 45 tidak termuat istilah
Pancasila namun yang dimaksud dasar Negara RI adalah disebut istilah Pancasila
hal ini didasarkan interprestasi (penjabaran) historis terutama dalam rangka
pembentukan Rumusan Dasar Negara.
· Pengertian
Pancasila Secara Termitologis
Proklamasi 17 Agustus 1945 telah
melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat-alat Perlengkapan Negara PPKI
mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945 dan berhasil mengesahkan UUD 45
dimana didalam bagian Pembukaan yang terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum
rumusan
5
Pancasila. Rumusan Pancasila tersebut secara
Konstitusional sah dan benar sebagai dasar negara RI yang disahkan oleh PPKI
yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia.
2.3. Pengertian Filsafat Pancasila
Pancasila dikenal sebagai filosofi
Indonesia.Kenyataannya definisi filsafat dalam filsafat Pancasila telah diubah
dan diinterpretasi berbeda oleh beberapa filsuf Indonesia.Pancasila dijadikan
wacana sejak 1945.Filsafat Pancasila senantiasa diperbarui sesuai dengan
“permintaan” rezim yang berkuasa, sehingga Pancasila berbeda dari waktu ke
waktu.
· Filsafat
Pancasila Asli
Pancasila
merupakan konsep adaptif filsafat Barat.Hal ini merujuk pidato Sukarno di
BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa, di mana
filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka.Pancasila terinspirasi
konsep humanisme, rasionalisme, universalisme, sosiodemokrasi, sosialisme
Jerman, demokrasi parlementer, dan nasionalisme.
· Filsafat
Pancasila versi Soekarno
Filsafat Pancasila
kemudian dikembangkan oleh Sukarno sejak 1955 sampai berakhirnya kekuasaannya
(1965).Pada saat itu Sukarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan
filsafat asli Indonesia yang diambil dari
6
budaya dan
tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha), Barat
(Kristen), dan Arab
(Islam).Menurut Sukarno “Ketuhanan” adalah asli berasal dari Indonesia,
“Keadilan Soasial” terinspirasi dari konsep Ratu Adil.Sukarno tidak pernah
menyinggung atau mempropagandakan “Persatuan”.
· Filsafat
Pancasila versi Soeharto
Oleh
Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi.Melalui filsuf-filsuf yang
disponsori Depdikbud, semua elemen Barat disingkirkan dan diganti
interpretasinya dalam budaya Indonesia, sehingga menghasilkan “Pancasila truly
Indonesia”.Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan Pancasila
dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Filsuf Indonesia yang
bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila adalah truly Indonesia
antara lain Sunoto, R. Parmono, Gerson W. Bawengan, Wasito Poespoprodjo,
Burhanuddin Salam, Bambang Daroeso, Paulus Wahana, Azhary, Suhadi, Kaelan,
Moertono, Soerjanto Poespowardojo, dan Moerdiono.
Berdasarkan penjelasan
diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah hasil
berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap,
dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai)
yang paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling sesuai
bagi bangsa Indonesia dan digunakan sebagai pandangan hidup bernegara.
7
2.4 Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah proses integrasi
internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran
dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
Istilah globalisasi makin sering
digunakan sejak pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering lagi sejak
pertengahan 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter Internasional (IMF)
mengidentifikai empat aspek dasar globalisasi : perdagangan dan transaksi,
pergerakan modal dan investasi, migrasi dan perpindahan manusia, dan pembebasan
ilmu pengetahuan.
2.5 Pengertian
Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia
dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan,
serta sistem/aturan yang sama.
8
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
3.1 Sikap Masyarakat
Terhadap Filsafat Pancasila
Pada
dewasa ini semakin banyaknya pengaruh terhadap jalannya pencapaian Indonesia
menuju cita-citanya yaitu pancasila . Saat ini kita sudah memasuki zaman baru
atau era globalisasi yang harusnya Indonesia membawa cita – cita bangsa semakin
dekat tetapi fakta tersebut membuktikan bahwa hal tersebut berlawanan dari
pernyataan yang menyimpang jauh . Era globalisasi banyak memunculkan berbagai
alat teknologi modern yang mendatangkan budaya luar masuk ke Indonesia dan
menjadi suatu hal yang bisa di ikuti . Masuknya era globalisasi banyak
menyebabkan batasan- batasan yang ada pada pancasila seakan memudar dikarenakan
terjadinya berbagai perkembangan di segala aspekkehidupan , khususnya dibidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan terjadinya perkembangan aspek kehidupan
khususnyadi bidang iptek maka manusia dapat mengetahui adanya perkembangan
informasi dari luar negeri maupun dalam negeri .
Rakyat yang tumbuh di ataskepribadian bangsa asing
mendatangkan kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat menjadi
asing dengan sendirinya . Mereka kehilangan jati diri yang sudah jelas
tergambar dari nilai- nilai luhur pancasila . Pemahaman masyarakat terhadap
pancasila sudah sangat
9
berbedah
jauh . Sebagaian masyarakat menganggap bahwa pancasila hanya sebagai simbol
negara dan melupakan nilai – nilai filosofis
yangterkandung di dalamnya . Padahal pancasila sebagai dasar negara,
sumber segala hukum dan perundang – undangan adalah pandangan hidup untuk bangsa
Indonesia .
Bangsa Indonesia perlu melakukan perubahan pola
pikir dalam kehidupan berbangsa bernegara, terutama dalam penerapan nilai
Pancasila. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, Pancasila pada akhirnya
akan hilang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila
sejalan dengan berkembangnya pengaruh negatif globalisasi dan juga semakin
menguatnya nilai-nilai adat istiadat yang secara langsung maupun tidak langsung
telah menimbulkan ekses terjadinya sikap dan perilaku masyarakat yang
menyimpang dari nilai-nilai Sila dalam Pancasila pada tiap sila-nya bila tidak
segera diatasi berpotensi untuk dapat menggerus kesadaran bela negara
masyarakat dan meruntuhkan bangunan persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga potensi
kehancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia akan sangat besar ditengah
derasnya persaingan dalam percaturan bangsa dan negara didunia.
10
3.2 Faktor-Faktor Penghambat Terlaksananya Tujuan
Filsafat Pancasila
Penerapan nilai Pancasila, merupakan sebuah
keniscayaan bagi setiap warga negara asli Indonesia. Tidak peduli apakah ia
seorang negarawan, politisi, aktivis, pegawai negeri, pegawai swasta,
mahasiswa/pelajar, petani, selebritis bahkan kaum pekerja. Penerapan ini
berlaku universal diseluruh wilayah kedaulatan Indonesia.
Diketahui
bahwa tujuan filsafat Pancasila sebagai berikut :
1. Untuk membentuk kepribadian yang seimbang dengan
unsur intelektual jasmani dan rohani.
2. Untuk membentuk manusia yang berjiwa pancasila
sejati yang taat pada Tuhan YME, menjunjung keadilan, memiliki kejujuran seta
bertanggung jawab.
3. Untuk menumbuhka wawasan berfikir integralistik,
menjunjung tinggi nilai filosofis dari pancasila serta mampu mempelajari
norma-norma/kaidah dan nilai-nilai yang digali dari pancasila.
Namun
tidak bisa kita pungkiri, penerapan nilai-nilai dalam tujuan filsafat pancasila secara utuh
tersebut terasa sangat utopis jika kita lihat keadaan sosial masyarakat
Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi
dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berfikir lebih
subjektif.Pengaruh tersebut, terbagi pada dua faktor utama.Yang pertama adalah
faktor internal dan kedua merupakan faktor eksternal.
11
1. Faktor internal yang menyebabkan minimnya penerapan
nilai Pancasila bisa disebabkan berbagai hal. Salah satu contoh, sistem
pendidikan Indonesia yang kurang memperhatikan pembelajaran moral dan etika.
Kita bisa melihat bahwasanya standar pendidikan dan kelulusan sekolah-sekolah
ditentukan oleh pelajaran-pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPA,
dan Bahasa Inggris. Tidak satupun dari seluruh pelajaran tersebut yang menitik
beratkan pembelajaran kepada aspek moral dan etika. Sehingga dari pembelajaran
tersebut, hanya akan melahirkan siswa-siswa yang materialistis.
2.
Faktor eksternal
adalah banyaknya pengaruh budaya dan peradaban luar negeri yang menyebabkan
anjlok dan luruhnya jati diri bangsa yang telah dirangkum dalam Pancasila. Kita
sangat menyayangkan penyalahgunaan kebebasan seperti yang telah didengungkan
oleh negara lain tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Sebenarnya, HAM tersebut
sudah termasuk kedalam Pancasila, yaitunya dalam sila keadilan sosial. Tetapi saat
ini, kebebasan HAM telah di salahgunakan menjadi sebuah alibi dan pembenaran
atas kesalahan yang telah dilakukan oleh seseorang. Misalnya saja, alasan
kebebasan HAM dan hak ber-ekspresi yang seakan-akan ingin “memperbolehkan”
masyarakat untuk berpakaian “buka-bukaan”. Mereka membuat seolah-olah apa yang mereka
lakukan adalah merupakan kebebasan yang hakiki. Tentusaja hal ini sangat
bertentangan dengan prinsip yang tertuang dalam sila ke-dua Pancasila “Kemanusiaan
yang adil
12
3.
dan beradab”.
Dan hal tersebut bukanlah budaya dan kebiasaan bangsa Indonesia.
3.3 Upaya
agar Filsafat Pancasila dapat Melekat pada Diri Rakyat Indonesia
Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai
Pancasila dapat melalui berbagai upaya sebagai berikut :
1.
Pembinaan akhlak dan perilaku masyarakat. Upaya untuk
memperbaiki akhlak serta perilaku masyarakat tidak cukup dilakukan melalui
kegiatan-kegiatan formal seperti upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan
atau sekedar mengenalkan masa perjuangan dulu, tetapi harus lebih konkrit pada
upaya untuk memberi perhatian yang lebih dalam meningkatkan kualitas hidup
dalam segala bidang kehidupan. Langkah yang perlu dan harus dilakukan antara
lain dimulai dengan mengurangi konflik dalam masyarakat melalui melalui
perubahan sikap, perilaku dan akhlak masyarajat dari perilaku negatif menjadi
perilaku positif. Perbaikan perilaku dan akhlak negatif tersebut dilakukan
melalui langkah-langkah yang saling berhubungan dengan langkah-langkah di
bidang lain serta dilakukan oleh pemerintah sebagai pengelola negara maupun
oleh masyarakat sebagai subyek utama pembangunan.
13
2.
Peningkatan perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai
Pancasila. Dalam menghalau dampak negatif berkembangnya berbagai ideologi
negara lain termasuk kuatnya pengaruh ideologi leluhur ditengah-tengah
masyarakat, maka perhatian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila harus
kembali dapat ditingkatkan melalui serangkaian upaya dan kegiatan
14
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Sikap
dan perilaku masyarakat yang menyimpang dari nilai-nilai Sila
dalam Pancasila akibat globalisasi bila tidak segera diatasi berpotensi
dapat menggerus kesadaran bela Negara.
dalam Pancasila akibat globalisasi bila tidak segera diatasi berpotensi
dapat menggerus kesadaran bela Negara.
2. Minimnya penerapan nilai Pancasila serta
banyaknya pengaruh budaya
dan peradaban luar yang menyebabkan penghambatan terhadap
terlaksananya tujuan Filsafat Pancasila.
dan peradaban luar yang menyebabkan penghambatan terhadap
terlaksananya tujuan Filsafat Pancasila.
3.
Pembinaan akhlak dan perilaku manusia serta peningkatan perhatian
manusia terhadap niali-nilai Pancasila dapat dijadikan upaya agar
Filsafat Pancasila melekat pada diri rakyat Indonesia.
manusia terhadap niali-nilai Pancasila dapat dijadikan upaya agar
Filsafat Pancasila melekat pada diri rakyat Indonesia.
4.2
Saran
1.
Diharapkan
untuk kedepannya bagi setiap masyarakat Indonesia, walau globalisasi akan terus
berlangsung dan menciptakan berbagai perubahan yang signifikan dalam setiap
aspek kehidupan, tetapi kita harus bisa mengambi dampak positif dan membuang
dampak negatifnya sehingga kita bisa selalu berada dalam nilai-nliai pancasila,
dengan demikian tujuan Filsafat Pancasila akan terlaksana.
15
DAFTAR PUSTAKA
http://blog.unnes.ac.id/sofa809/2015/11/07/hello-world/
http://sitikurniasih17.blogspot.com/2016/01/makalah-filsafat-pancasila.html?m=1
http://www.artikelsiana.com/2015/03/fungsi-peranan-pancasila-pancasila-fungsi.html?m=1
http://sahabatriswanto.blogspot.com/2011/01/tujuan-filsafat-pancasila.html?m=1
http://ahmad-lazuardi.blogspot.com/2016/03/makalah-filsafat-pancasila.html?m=1
16
Komentar
Posting Komentar